Lembaga pendidikan Tahsin Al Ghozy memotivasi para Muslimah agar terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Lembaga pendidikan Tahsin Al Ghozy (TAG) di bawah naungan Yayasan Al Ghozy Muslimah Center (AMC) Bogor, Jawa Barat, menyelenggarakan Kajian Awal Semester untuk membuka Semester II Tahun Ajaran 2025/2026, di Masjid Ibnu Khaldun (
UIKA) Bogor pada Senin.
Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari seribu peserta tahsin dari kelas Reguler, Khadijah, dan Hafshah secara
hybrid (luring dan daring), yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri.
Kajian itu menghadirkan Euis Sufi Jatiningsih sebagai narasumber utama, yang mengupas tuntas tema ‘Belajar Tahsin: Proses Belajar Menjadi Muslimah Terbaik Bersama Al-Qur’an’. Materi ini diharapkan dapat menginspirasi para peserta untuk senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam proses peningkatan diri menuju Muslimah terbaik.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan AMC, Ririe Rizal, menyampaikan, kajian awal semester ini merupakan momen penting untuk menyegarkan semangat dan komitmen para Muslimah dalam mengkaji Al-Qur’an.
“Semoga bersama TAG, setiap Muslimah dapat terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik dengan berpegang teguh pada petunjuk-Nya yang mulia,” tuturnya.
Sementara itu, penanggung jawab acara, Jety Rachmawaty, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini. “Alhamdulillah, kajian ini berjalan dengan lancar dan hikmat.”
Menurutnya, kajian tersebut bertujuan untuk memotivasi para peserta agar terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. “Belajar tahsin adalah langkah awal menuju perbaikan diri tersebut,” ujarnya.
Dibentuk pada 2013, AMC meliputi Divisi Pendidikan, Keagamaan, Ekonomi & Bisnis, Sosial Kemasyarakatan, Kesejahteraan & Perlindungan Wanita, serta Humas & Pengembangan. Hingga saat ini, TAG telah memiliki 13 cabang di wilayah Bogor dengan 2.081 peserta aktif yang belajar secara daring dan luring.
Dalam kajian awal semester tersebut Divisi Keagamaan AMC menyampaikan perkembangan positif dalam program wakaf, yaitu pembangunan mushola AMC di Kampung Jawa, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Mushola yang dibangun di atas tanah wakaf ini telah siap digunakan, khususnya untuk program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.
Untuk mendukung pembangunan dan operasional mushola, AMC menggelar penggalangan dana melalui program DORANTAS (Donasi Barang Berkualitas).
Upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an dilakukan AMC melalui program KPQ+ yang bertujuan untuk mencetak
para guru Al-Qur’an. Para alumni program ini selanjutnya berkiprah dalam Kariima untuk mengajar Al-Qur’an, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga majelis taklim Muslimah di wilayah Bogor.
Bentuk kepedulian sosial AMC juga ditunjukkan melalui bantuan sebesar 26,8 juta rupiah bagi korban banjir bandang di Sumatra. Donasi yang dihimpun dari segenap civitas TAG ini telah diberikan melalui Yayasan Senyum Indonesia berupa 550 salinan Al-Qur’an untuk sejumlah pesantren dan masjid di Kabupaten Aceh Tamiang.
Laporan: Redaksi