Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez bertekad untuk mewujudkan kepulangan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang diculik oleh Amerika Serikat pada 3 Januari 2026.
Caracas, Venezuela (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez pada Sabtu (10/1) bertekad untuk mewujudkan kepulangan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang
diculik oleh Amerika Serikat (AS) pada 3 Januari.
Berbicara dalam sebuah acara komunitas di Negara Bagian Miranda, Rodriguez mengatakan tidak ada ketidakpastian mengenai kepemimpinan atau program pemerintahan Venezuela.
“Tidak ada ketidakpastian di sini. Rakyat Venezuela yang memegang kendali, dan ada sebuah pemerintahan, yaitu pemerintahan Presiden Nicolas Maduro," ujarnya, seraya menyerukan persatuan untuk menjamin perdamaian, stabilitas, dan masa depan negara.
Rodriguez berjanji tidak akan beristirahat "sedetik pun" hingga Maduro dan Flores kembali ke Venezuela.
Dia menjelaskan bahwa setahun lalu, dirinya dilantik bersama Maduro pada awal masa jabatan ketiganya, seraya menambahkan bahwa "hari ini, setahun kemudian, kita bersumpah demi kebebasannya".
Selain itu, Rodriguez juga menyampaikan persatuan nasional akan menjadi faktor penentu dalam apa yang dia sebut sebagai upaya untuk "menyelamatkan" Maduro, menegaskan kembali bahwa pemerintahannya terus mengimplementasikan kebijakan tujuh garis aksi yang ditetapkan oleh Maduro.
Pasukan AS melancarkan serangan militer di Caracas dan tiga kota Venezuela lainnya pada 3 Januari, sebuah operasi yang berujung pada
penculikan Maduro dan Flores. Serangan tersebut menuai kecaman dan kekhawatiran dari seluruh dunia.
Laporan: Redaksi